Baghdad GM

Posted: August 23, 2010 in Kericau

1. Kota Baghdad dibangun oleh Khalif Al-Mansur, di atas sebuah kota tua zaman Babylonia. Itu bermula di tahun 762. #bgh
2. Tadinya sang Khalif & kantor pemerintahan di Kufa. Tapi Baghdad sejuk di musimpanas, tak banyak nyamuk. Juga dekat Tigris dan laut.#bgh
3. Al-Mansur mengubah nama Baghdad jadi “Medinat-al-Salam”. 100 ribu pekerja dikerahkan utk membangun istana dll dalam 4 tahun. #bgh
4. Diperkirakan, penduduknya berangsur-angsur jadi antara 800 ribu sampai 2 juta. Pendeknya, kota terbesar di dunia di abad ke-10. #bgh
5. Penghuninya beragam. Tak cuma orang Muslim. Ada wilayah yg padat dihuni orang Kristen, Nestorian, dll. #bgh
6. Tentu saja, para bangsawan & orang kaya yg meramaikan arssitektur kota. Dari luar, tampak sederhana. Di dalam, lazuardi dan emas. #bgh
7. Ada penulis yg memperkirakan, 22 ribu permadani tterbentang di Istana Khalif. Di dindingnya, bergantung 38 ribu tapestri. #bgh
8. Ketika istana al-Mansur dan Harun mulai tak terawat, keturunannya membangun istana2 baru yang mungkin lebih megah. #bgh
9. Khalif al-Mutadid membangun istana yg kandangnya bisa menampung 9000 kda, onta dan keledai. #bgh
10. Khalif al-Muqtadir membangun sebuah istana dgn “Balai Pohon” yg bercirikan sebatang pohon emas dan perak, dgn burung2 perak pula. #bgh
11. Tapi tak hanya kemegahan bangunan yg ada. Kehidupan Baghdad tak jauh berbeda dgn kota2 modern: ada yg bermutu dan tidak. #bgh
12. Orang2 berada menikmati balap kuda dan permainan polo. Minum anggur terlarang; menyantap makanan dr tempat2 jauh. #bgh
13. Mereka yg lebih serius bertemu utk dengarkan puisi dan menelaah filsafat. Anggotanya bisa datang dari mazhab dan agama lain, #bgh
14. Di tahun 799, mis., tercatat sebuah klub filsafat dgn 10 anggota: Sunni, Syiah, Kristen, Yahudi, penganut Zoroaster, dll, #bgh
15. Hasrat akan pengetahuan dan buku tampak marak. Di tahun 794, pabrik kertas pertama di dunia Islam dibangun. #bgh
16. Adapun kertas, yg dipakai di Cina di th.105, sampai ke Mekah th. 707, di Spanyol th. 950, di Itali th 1157, di Jerman th 1228. #bgh
17. Di sekitar th 891, ada lebih dari 100 toko buku di Baghdad (lebih banyak mungkin ketimbang Jakarta kini) #bgh.
18. Toko buku ini dipakai juga utk mengkopi, buat kaligrafi, dan pertemuan sastra. Para mahasiswa hidup dgn mengkopi buku. #bgh
19. Minat pada buku juga tampak tinggi: waktu itu sdh ada orang2 yg memburu tandatangan pengarang dan beli buku2 kuno. #bgh
20. Kebanyakan masid menyediakan perpustakaan. Sekitar th 950 kota Mosul sdh punya perpustakaan yg didirikan atas inisiatif swasta. #bgh
21. Di perpustakaan yg terbuka bagi publik di Rayy, buku demikian banyak hingga perlu 30 katalogus besar utk mendaftarnya. #bgh
22. Para terpelajar dan orang kaya bangga bila punya koleksi buku yg banyak dan bermutu. #bgh
23. Pernah seorang dokter diundang Sultan di Bukhara utk tinggal di istananya. Ia menolak, sebab utk mengangkut bukunya perlu 400 onta. #bgh
24. Bersama gairah kpd bacaan itu, tumbuh ilmu pengetahuan. Pada masa itu bhs Arab mulai dirumuskan gramatika dan pembakuannya. #bgh
25.Juga lahir sejarawan seperti Ibnu Qutaiba (828-89) yg menulis sejarah dunia tanpa pendekatan yg Islam- dan Arab-sentris.#bgh
26. Di th.987, Muhammad al-Nadim menyusun ‘Index Ilmu” (Fihrist al-’ulum): satu bibliografi semua buku asli dan terjemahan waktu itu. #bgh
27. Indeks itu mencakup semua cabang ilmu, dgn biografi tiap pengarang. Kini hampir semua buku itu kini tak ditemukan lagi. #bgh
28. Ada lagi: Al-Masudi. Ia, asli Baghdad, menjelajah dunia sampai Sri Lanka. Ia tuliskan observasinya ke dalam 30 jilid ensiklopedia. #bgh
30. Yg menarik dari Al-Masudi ialah bhw mungkin karena pandangannyy ttg evolusi, ia diusir dari Baghdad. Ia pindah ke Kairo dgn sedih. #bgh
31. Tapi Baghdad adalah kota Islam yg membuka diri ke segala penjuru. Ya, di sinilah diterjemahkan karya ilmu dan filsafat Yunani. #bgh
32. Kepala tim penterjemahnya seorang penganut Nestorian, Hunain ibn Ishaq (809-73), yg menyalin karya2 Aristoteles,Plato, Hippocrates #bgh
33. Dikisahkan, bahwa Khalif al-Mansur biasa menghadiahi Hunain bin Ishaq emas seberat buku yg diterjemahkannya. #bgh
35.Yg menarik, Baghdad tak menerjemahkan karya2 sastra dan teater Yunani kuno; dunia Islam itu lebih menyukai sastra dari Persia. #bgh
36. Dari Yunani lama, yg diambil adalah filsafat dan ilmu pengetahuan. Dlm filsafat, Aristoteles berpengaruh dlm ilmu dan logika. #bgh
37. Dari logika tampak ada pengaruh Aristoteles dlm pemikiran theologis (kita lihat dalam Ibnu Farabi dan kemudian Ibnu Rushd). #bgh
38. Tapi selain Yunani, India. Di th 773, atas titah al-Mansur, diterjemahkan “Siddhanta”, risalah astronomi tua Hindu. #bgh
39. Dari beberapa risalah Hindu ini mungkin para matematikus Islam “menemukan” angka 0, yg sebelumnya tak dikenal. #bgh
40. Di tahun 976, Muhammad ibnu Ahmad menulis tentang perlunya konsep “sifr” (kosong) yg di-Latin-kan jadi “zephyrum” alias nol. #bgh
41. Sebelumnya, di th 825 al-Khawarizmi menulis risalah yg akhirnya ditertjemahkan ke bhs Latin: “Algoritmi de numero Indiarum”. #bgh
42. Berdasar matematika Hindu itu, al-Khwarizmi memperkenalkan “logaritma” pertama di dalam matematika. #bgh
43. Al-Khwarizmi adalah Muhammad ibnu Musa (780-850). Ia disebut demikian karena ia lahir di Khwarizm, (Khiva) di tepi Laut Kaspia. #bgh,
44. Sumbangan al-Khwarizmi kepada ilmu bukan main2. Pertama, ia memperkenalkan per-angka-an India ke dunia Islam. #bgh
45. Kedua, ia menghimpun tabel astronomi yg kemudian direvisi di masa Spanyol Islam; jadi pegangan pakar dari Cordoba sampai dgn Cina. #bgh
46. Ketiga,ia merumuskan tabel trigonometri tertua yg pernah diketahui. Ia juga ia ikut menyusun ensiklopedia geografis buat al-Makmun, #bgh
@wcxsgj 47. Kata “logaritma”, menurut bacaan saya, berasal dr terjemahan Latin atas al-Khwarizmi, “Algoritmi” . #bgh
48. Karya al-Kharizmi ttg hitungan “integrasi dan equasi” hanya tinggal terjemahannya oleh Gerard dari Cremona di abad ke-12. #bgh
49. Terjemahan karya al-Khwarizmi ini dipakai di universitas2 Eropa sampai abad ke-16. Dari sini dikenal konsep dan kata “aljabar”. #bgh
50. Karya ilmuwan Islam di bidang matematika diimbangi oleh para pakar astronomi. Yg bagi saya menarik: mereka juga menjelajah bumi. #bgh
51. Di th 851 ada tulisan yg merekam perjalanan saudagar Sulaiman al-Tajir: rekaman kunjungan ke Cina, 425 tahun sebelum Marco Polo. #bgh
52. Pengumuman: kita jeda dulu. Nanti malam habis Isa saya tambahkan sedikit ttg kedokteran di Baghdad. #bgh
52. Tadi disebut perjalanan Sulaiman al-Tajir (memang saudagar tajir), sampai ke Cina yg dikisahkan 4 abad sebelum Marco Polo. #bgh
53. Ada beberapa “travel writers” lain, tapi yg terkemuka: al-Biruni (973-1048). Filosof, geografer, linguis, penyair…#bgh
54. Dia juga spt al-Khwarizmi, lahir di Khiva. Para penguasa setempat melihat bakatnya yg besar dan memberinya tempat di istana. #bgh
55. Tapi suatu hari Mahmud al-Ghazni yg berkuasa di Afghanistan (971-1030) minta agar yg berkuasa di Khwarizm mengirim al-Biruni #bgh
56. Maka al-BIruni pun dikirim ke istana Mahmud, di th 1018. Dan mungkin berkat Mahmud ia masuk ke India dan tinggal di sana. #bgh
57. Sekembalinya dari India, ia tinggal jadi kesayangan Sultan Mahmud dari Ghazni. Putra Mahmud, Masud, kebetulan juga ilmuwan amatir. #bgh
58. Di th 1000, al-Biruni menerbitkan “Athar-ul-Baqiya”: telaah ttg festival agama2 di bangsa Persia, Yunani, Yahudi, Arab dll. #bgh
59. Pendekatannya ilmiah, tak memihak. Di pengantar buku ia menulis agar kita membersihkan pikiran dari “adat lama, semangat partisan”. #bgh
60. Sementara Mahmud mengguncang India dgn tentaranya, al-Biruni menerbiytkan mahakaryanya, “Tarikh al-Hind” (Sejarah India). #bgh
61. Dlm 11 bab, ia telaah agama2 Hindia. Ia terpikat oleh “Bhagavad Gita”. Ia melihat persamaan mistik Vedanta dgn Sufisme. #bgh
62. Ia bandingkan para pemikir India dengan Yunani. Ia lebih suka Yunani. India, katanya, tak melahirkan Socrates. #bgh
63. Dlm alam pikiran India, tak ada “metode logika yg menghalau fantasi dari ilmu”, kata ilmuwan itu. #bgh
64. Tapi ia terjemahkan juga beberapa karya ilmiah Sanskerta ke bhs Arab. Dan ia terjemahkan karya Yunani ke bahasa Sanskerta. #bgh
65. Seorang penelaah menyimpulkan al-Biruni cenderung ke kaum Syi’ah, dgn sedikit cenderung agnostik. Tapi pada dasarnya ia ilmuwan. #bgh
66. Karya ilmiahnya meliputi banyak bidang: satu ennsiklopedia astronomi, satu theotrem geometri, hasil eksperimen fisika. #bgh
67. Seperti halnya Ibnu Sina, orang segenerasinya, Firdausi, Ibnu a-Haitham, al-Biruni menunjukkan puncak keilmuan dunia Islam. #bgh
68. Itu tak datang tiba2. Di zaman sebelumnya ada Jabir ibnu Hayyam (702-65), yg karyanya mempengaruhi ilmu kimia di Eropa. #bgh
69. Ilmu kimia memang praktis produk dunia Islam waktu itu. Sayangnya sejak abad ke-10 merosot, tak bangkit lagi. #bgh
70. Dgn pengetahuan kimia yg canggih, ilmu kedokteran berkembang. Meskipun lemah dlm soal anatomi, ia maju dlm dunia farmasi. #bgh
71. Perdagangan obat dgn Eropa tumbuh (juga ada sekolah farmasi pertama di zaman itu di dunia), dan yg juga maju adalah rumah sakit. #bgh
72. Rumah sakit pertama di Baghdad didirikan di masa Harun al-Rashid. Ada lima kurang-lebih. Di tahun 931 ada 860 dokter yg bekerja. #bgh
73. Saya ulangi. Para dokter hrs punya lisensi dar kerajaan. Tak ada yg boleh praktek tanpa lulus “ujian negara”. #bgh
74. Perdana Menteri Ali ibn Isa, yg juga dokter, mengatur staf dokternya utk berkeliling mengobati. Juga mengunjungi penjara. #bgh
75. Para dokter bisa kaya spt zaman ini. Apalagi kalau jadi dokter kerajaan. Mis. Jibril ibnu Bakhtisa, dokter pribadi Harun Al Rashid. #bgh
76. Tapi tak di situ kedokteran maju. Juga dlm karya ilmiah. Yg termashur al-Razi (844-926), orang Parsi kelahiran dekat Teheran. #bgh
77. Ia pakar kimia dan kedokteran di Baghdad, yg menulis sekitar 130 buku. “Kitab al-Hawi” saja terdiri dari 20 jilid. #bgh
78. Diterjemahkan ke dlm bahasa Latin sbg “LIber continens”, dipakai di Eropa sampai bbrp abad, mis. di Universitas Paris di th 1395. #bgh
79. Al-Razi juga menulis risalah ttg cacar air: telaah ttg penyakit menular yg sangat berpengaruh karn akurat. #bgh
80. Buku itu misalnya diterjemahkan ke bhs Inggris, dan tetbit sebanyak 40 edisi dari th 1498 sampai 1866. #bgh
81. Tapi kadang2 al-Razi menulis buku yg kocak. Mis: “Tentang Fakta Bhw Dokter yg Pintar Tak bisa Menyembuhkan semua Penyakit”. #bgh
82. Al-Razi, sayang sekali, karena sebab yg saya belum pernah baca, wafat dalam keadaan miskin pada usia 82. #bgh
83. Mungkin ia tak melambangkan bangkit dan jatuhnya ilmu dan ilmuwan di dunia Islam – yg sejak Baghdad tak pernah marak lagi. #bgh
84. Tapi memang zaman keemasan ilmu di dunia Islam sejak itu tak kembali lagi. Malah karya2 ilmuwan Islam berkembang di Eropa. #bgh
85. Apa sebab kemerosotan itu? Memang terjadi kebangkitan kembali dlm filsafat di abad ke-11 dan 12 di Spanyol. Tapi sejak itu padam. #bgh
86. Sejarawan bisa menjelaskan dari pelbagai sudut. Tapi yg tak bisa dilupakan ialah bahwa justru di Eropa berlanjut semangat Baghdad. #bgh
87. Semangat Baghdad adalah semangat eklektik: mau menerima dan mengolah ilmu + informasi dari mana saja (“bahkan sampai ke Cina”). #bgh
88. Semangat Baghdad adalah semangat bertanya, mencari, menelaah, meneliti, bukan ketakutan akan kemerdekaan berpikir. #bgh
89. “Bayt al-Hikmah” (Rumah Kearifan) yg didirikan al-Mansur dilanjutkan universitas2 Eropa, yg berani meneruskan ilmu dari dunia lain. #bgh
90. Bahwa di Eropa, halangan otoritas agama dan politik akhirnya dpt diterobos dgn korban besar utk ilmu, itu perlu telaah tersendiri.#bgh
Pengumuman, ehm: Sekian saja cerita saya ttg Baghdad. Bila ada salah kata atau salah tingkah atau salah cetak, mohon dimaafkan. #bgh
Bahan cerita ttg Bahdad ini saya himpun dari mana-mana, tapi dasarnya adalah satu jilid dari “The Story of Civilization” Will Durant. #bgh
@HaKeey Saya bercerita ttg kemajuan ilmu di Baghdad, tapi kadang2 nyrempet ke dunia Islam yg lain di abad yg sedikit beda. #bgh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s